tentang seorang anak yang lupa jati dirinya.
iya aku sudah hilang harapan terhadap diri ini. entah lah. tak ada pun yg mensupport. tak ada pun kasih sayang. flat saja rasanya hidup dikeluarga ini. masing-masing sajalah. urus kehidupanmu sendiri. jangan bersandar. tapi, jika kamu sukses jangan lupakan keluarga ini. begitu katanya.
memang, kita tidak bisa memilih keluarga tapi hidup didunia hanya sekali akan kah aku menanggung semua kesedihan keluargaku sendiri? sungguh ironi sekali dunia ini.
orang tua yang membuat luka, anak yang menanggung. sangat egois sekali ya kalian menjadi orang tua. pernahkah kalian membayangkan mental seorang anak jika melihat orang tua nya bertengkar terus? pernahkah kalian membayangkan betapa hancurnya hati seorang anak jika orang tuanya ada yang mendua? sungguh, kalian memang egois. tak ada puasnya untuk memiliki satu keluarga yang harmonis.
menjijikan.
benar. menjijikan. membayangkan karmanya tertimpa kepada anak perempuannya. haruskan aku yang menanggung, pak? sangat kejam sekali. aku tak pernah mendapatkan kasih sayang darimu lalu aku juga tidak akan mendapatkan kasih sayang dari pasanganku? akan kah aku mendapatkan pasangan yang seperti mu? tidak, itu sangat menjijikan.
lelah.
lelah sekali dirumah ini selalu ada sumpah serapah yang aku dengar. lelah sekali aku menjadi penopang cerita memaki-maki jablay tiap hari nya. lelah sekali aku harus bergelut dengan fikiranku sendiri. lelah sekali. sangat lelah. apakah kalian tidak penasaran dengan perasaan ku ketika melihat kejadian yang membuat hati ini sakit melihatnya dan menitiskan air mata? tanya lah, tanyakan lah!
aku menulis ini, hanya tak tahu akan kemana perginya diri ini. akan kah aku mencari jati diri? akan kah aku berada disini aja menunggu semuanya berakhir?
pak, anak mu ini kehilangan arah...
Komentar
Posting Komentar