Katanya, menjadi bungsu sangat diagung-agungkan? Katanya, menjadi bungsu sangat disayang-sayang? Katanya, menjadi bungsu sangat dimanja? Katanya, menjadi bungsu adalah harapan terakhir orang tua?
Katanya, katanya dan katanya. Si bungsu tak lepas dari katanya. Coba kamu tanyakan apakah si bungsu memang benar begitu? Coba kamu perhatikan apakah memang benar si bungsu begitu?
Aku lah si bungsu itu. 50% adalah jawaban benar. 50% adalah jawaban yang salah. Memang benar, si bungsu adalah harapan terakhir orang tuanya. Yang terjadi saat ini, yaa memang seperti itu. Sampai-sampai aku tidak tahu harus bertindak apa dan melakukan apa di umur yang menginjak dua puluh empat ini.
Aku setengah kepalang memahami mereka. Mengikuti apa mau mereka. Sampai melupakan apa cita-cita aku yang sebenarnya?! Saking keasyikan hidup ku penuh aturan dari mereka, aku tidak tahu apa tujuan hidup ku di dunia selain untuk membahagiakan mereka.
Tapi, apakah aku boleh egois sedikit saja? Aku punya banyak mimpi. Selama ini, ego ku selalu ku simpangkan hanya untuk memenuhi angan-angan mereka. Ah, tak usah menjadi orang sukses. Menjadi orang yang bisa menuruti mereka saja mungkin aku sudah sukses. Betul begitu bukan?!
Jujur, aku lelah. Mempunyai banyak mimpi tapi tak ada yang mendukung. Sekali ini saja, apakah aku boleh egois untuk masa depan ku?
Komentar
Posting Komentar