Hasta (adj. angsa; melambangkan kesetiaan, cinta sejati dan kesetiakawanan).
Danau yang diselimuti lelumutan berwarna hijau. Serta bunga teratai yang mengambang. Menambah suasana syahdu ditengah hiruk piruk kala sore itu.
Perpaduan bunyi air yang berdesakkan dan kicauan burung pun tak kalah hebohnya yang ikut merayakan sore itu. Bagaimana tidak aku bisa melupakan mu? Kamu tumbuh dalam keabadian. Kamu menjadi salah satu pengalaman hidupku. Kamu pertama dari segala yang pertama.
Munafik sekali bukan jika aku berpura-pura mencintai orang lain, padahal hatiku selalu memikirkan mu? Munafik sekali bukan jika aku mencintai orang lain hanya ingin menghilangkan kamu dari fikiranku? Aku, senaif itu terhadap perasaan ku sendiri. Aku tak bisa membedakan antara 'berpura-pura' dan 'ikhlas merelakan'.
Sudah hampir 2 tahun berlalu perpisahan antara aku dan kamu. Walaupun akhir kisah kita hancur karena ulahmu. Aku sekarang sudah menerima apa yang terjadi. Menerima bahwa kamu bukan untukku. Dan menerima bahwa kamu mencintai orang lain. Selama itu menjadi kebahagiaanmu. Aku senang.
Aku tak pernah menyesal melambangkan kasih sayangku dengan simbol angsa. Yang aku tahu, angsa adalah makhluk hidup yang sangat setia terhadap pasangannya. Aku mencoba untuk menjadi pasangan yang setia kepadamu. Sisanya, aku berserah bahwa ada hati lain yang kamu inginkan. Setidaknya, aku telah menjadi angsa yang ditinggal mati perasaannya.
Untukmu, semoga kamu bahagia dengan wanita yang menjadi pilihanmu itu ya. Cerita mu masih melekat hangat dicerita ku.
Komentar
Posting Komentar